Aug 16, 2011

KEMUKJIZATAN SAINS DALAM AL-QURAN

Sejahtera ke atas semua pembaca..

Anda pernah tak jumpa golongan anti Islam yang mengatakan al-Quran dan sunnah itu palsu, ciplak, kosong, tak bermakna, tak lengkap, banyak kesalahan dan lain-lain.. Saya pernah. Wah, berapi sungguh. Tapi dari berapi-api jadi haru sendu pulak bila tak dapat nak lawan


cakap golongan tu sebab diri sendiri pun tak cukup ilmu. Senang-senang je dia patahkan hujah kita. Terpaksa la marah-marah camtu je.. nak defend tak reti. Sedih kan? Oh, jahilnya diri rasa.

Jadi di sini kita boleh nampak betapa pentingnya kita mempelajari dan mendalami al-Quran dan sunnah. Eheh, saya cakap gedegang je. Ilmu pun tak capai 0.01 persen wehh. Cuma alang-alang saya ada info sikit-sikit tentang sains dalam Islam yang saya ringkaskan dari Ensiklopedia Kemukjizatan Sains dalam al-Quran & Sunnah karya Yusuf Al-Hajj Ahmad, jadi macam biasa tak best la baca sorang-sorang kan, misti mahu share. Tapi yang saya post ni ringkasan-ringkasan jela.. mati jari nak tulis satu buku. :)

*
*
*

Sains atau ilmu pengetahuan dalam Islam merupakan satu ibadah. Ibadah secara bahasa diertikan sebagai ketundukan, sementara istilah 'ketundukan' ini pula ditujukan pada ALLAH dalam mentaati segala yang diperintah dan dilarang-Nya. 


ALLAH tidak boleh diketahui dengan mata kasar, kerana:

"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu."
(Al An'am : 103)


Dia juga mustahil mempunyai duplikat:

"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
(As-Syura: 11)


Selain itu, ALLAH s.w.t. juga tidak memiliki sekutu.

"Tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama menyerahkan diri (kepada ALLAH)"
(Al An'am: 163)


Maka, bagaimanakah kita boleh mengetahui ALLAH yang kita sembah dan kita taati?

Al-Quran telah menggambarkan fenomena alam dan penciptaannya untuk merangsang akal dan merenung kehebatan penciptaan alam.

*
*
*

1. KEJADIAN BUMI, SUNGAI-SUNGAI, LAUT DAN GUNUNG


Ayat al-Quran yang menggambarkan bumi, gunung-ganang dan sungai-sungai:

"Dan Dia memasakkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk."
(An-Nahl: 15)

"Bukankah Kami telah menjadikan bumi ini sebagai hamparan?; dan gunung-gunung sebagai pasak?"
(An-Naba': 6-7)


Ayat al-Quran yang menggambarkan laut dan manfaatnya:

"Dan Dia-lah, ALLAH yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya; dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari kurnia-Nya, dan supaya kamu bersyukur."
(An-Nahl: 14)


"Dan tiadalah sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain masin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari kurnia-Nya dan supaya kamu bersyukur."
(Fathir: 12)

"Dan Dia-lah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi."
(Al-Furqan: 53)

"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu; antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing; Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan."
(Ar-Rahman: 21)



Ayat-ayat al-Quran yang menggambarkan fenomena langit dan bumi:

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada tanda-tanda bagi kaum yang menggunakan akalnya."
(Ar-Rum: 24)

"Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung; dan guruh itu bertasbih dengan memuji ALLAH; (demikian pula) para malaikat kerana takut kepada-Nya, dan ALLAH melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang ALLAH, dan Dia-lah Tuhan yang Maha Keras seksa-Nya."
(Ar-Ra'd: 12-13)

*
*
*

2. DASAR ASTRONOMI


Ayat 6 dari surah Al-Hijr menggambarkan tentang langit, planet-planet dan bintang-bintang yang bertebaean di angkasa.

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya)."
(Al-Hijr: 16)

Ayat 97 surah Al- An'am pula menerangkan tentang fungsi bintang sebagai kompas untuk kegunaan manusia:

"Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang yang mengetahui."
(Al-An'am: 97)

Selain itu, ALLAH juga menggambarkan fenomena bulan dan matahari serta pola perhubungannya dalam ayat di bawah:

"Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). ALLAH tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui."
(Yunus: 5)

"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kam mengetahui bilangan-bilangan tahun dan perhitungan."
(Al-Isra':12)

*wah.. tak sangka pulak gambar ni boleh bergerak.. saya pun terhibur gak..*

"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan."
(Al-Isra': 12)

"Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan."
(Fathir: 13)

*
*
*

3. DASAR BOTANI


Di dalam al-Quran, ALLAH s.w.t. menggambarkan tentang kebergantungan antara air dan tumbuh-tumbuhan dan juga manusia serta haiwan dalam firman:

"Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahawasanya Kami menghalau (awan yang mengandungi) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanam-tanaman yang daripadanya (dapat) makan binatang-binatang ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah yang mereka tidak perhatikan?"
(As-Sajdah: 27)

"Apakah kamu tidak memperhatikan, bahawa sesungguhnya ALLAH menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi dan kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal."
(Az-Zumar: 21)

"Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah."
(Al-An'am: 141)

"Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya menyuburkan tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakanmu; Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan ALLAH) bagi kaum yang memikirkan."
(An-Nahl: 10-11)

*
*
*

4. DASAR BIOLOGI

Caring Animal Species (Clockwise South African Bullfrogs, Canines, Vampire Bats, Dolphins, Army Ants)

Dalam ayat-ayat lain, al-Quran menerangkan tentang berbagai-bagai bentuk asal kehidupan haiwan dan spesies-spesiesnya dalam firman:

"Dan ALLAH telah menciptakan semua jenis haiwan dari air, maka sebahagian dari haiwan itu ada yang melata di atas perutnya dan sebahagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebahagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki; ALLAH menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya ALLAH Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(An-Nur: 45)

Selain itu, pusingan kehidupan manusia dan tahap-tahap perkembangannya pula digambarkan dalam surah al-Mukminin dan surah al-Hajj, seperti yang dicatatkan di bawah:

"Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim); Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci ALLAH lah, Pencipta Yang Paling Baik."
(Al-Mukminin: 13-14)


"Hai manusia, kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur); maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setitis mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan beransur-ansur) kamu sampai pada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kami lihat bumi ini kering, kemudian apabila Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah."
(Al-Hajj: 5)


*
*
*

5. ILMU KEDOKTORAN (GIZI)

Di dalam al-Quran ada menerangkan tentang pola hidup sihat dengan mencegah pola pemakanan dan minuman yang berlebihan, seperti dalam firman ALLAH s.w.t.:

"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya ALLAH tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."
(Al-A'raf: 31)

Berdasarkan ayat di atas, ALLAH s.w.t telah meletakkan di dalam al-Quran dasar-dasar ilmu kedoktoran (gizi) dengan menetapkan pola pemakanan dan minuman yang seimbang, termasuk saranan untuk mengamalkan cara hidup yang sihat. Amalan pengambilan makanan dan minuman yang berlebih-lebihan pula akan mendatangkan penyakit atau gangguan.

*
*
*

Seterusnya, kitab suci al-Quran juga merangkumkan keseluruhan fenomena yang telah disebutkan di atas. Gambaran yang menjadi landasan penguat dasar-dasar ilmu teologi (tauhid) disebutkan dalam ayat-ayat di bawah:

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang ALLAH turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis haiwan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran ALLAH) bagi kaum yang memikirkan."
(Al-Baqarah: 164)

"Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan ALLAH) untuk orang-orang yang beriman; Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan ALLAH) untuk kaum yang meyakini; dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan ALLAH dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dal pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan ALLAH) bagi kaum yang berakal."
(Al-Jatsiyah: 3-5)

*
*
*

6. ILMU GEOGRAFI DAN SEJARAH


Al-Quran menyeru manusia supaya menelusuri sejarah bangsa-bangsa terdahulu dan mengambil pengajaran dari apa yang terjadi pada mereka.

"Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memerhatikan bagaimana akibat (yang dideritai) oleh orang-orang yang sebelum mereka?"
(Ar-Rum: 9)

"Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah ALLAH, kerana itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah, bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)"
(Ali Imran: 137)

"Katakanlah: 'Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana ALLAH menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian ALLAH menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya ALLAH Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(Al- 'Ankabut: 20)

*
*
*

Inilah Al-Quran Al-Karim yang merupakan sumber pengetahuan tentang segala bentuk kehidupan dan fenomena alam. Di dalamnya terkandung kaedah-kaedah sistematik yang mengatur kehidupan individu dan masyarakat, selain menyediakan norma-norma sosial yang menjadi tiang bagi membangunkan masyarakat yang adik dan sejahtera. Ayat-ayat di dalam kitab suci ini diformulasikan dalam bentuk retorika sistematik yang berisi kemerduan melodi yang menarik mereka yang mendengarnya, seterusnya mengisi hati nurani manusia dan menjadi petunjuk jalannya. Ia juga membimbing akal dan menjadi 'cahaya' bagi mengupas rahsia-rahsia kehidupan dan alam semesta, serta menghantarkannya pada taraf pengenalan Tuhan yang berpandukan pada keimanan.




2 comments:

fadzioriq said...

terbaik artikel nih~nicely written~^_^

cynta ieda said...

nice info sahabat ^___^